Prilly Aurora Latuconsina



Udara malam ini sangat dingin, menusuk tulang. Suara motor biru yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa yang berseliweran di jalan depan rumahku sangat memekakkan telinga setiap orang yang mendengarnya. Namun tidak bagiku. Namaku Prilly. Prilly Aurora Latuconsina. Sekarang ini, aku sedang berdiri di balkon depan kamarku. Aku menatap kosong ujung jalan beraspal di depan rumahku. Kau tau? Aku sedang menunggu seseorang muncul dari ujung jalan itu dengan motor biru yang selalu menemaninya. Yang aku tunggu akhirnya datang juga. Senyumku pun mengembang kulihat sebuah motor berwarna biru itu lewat depan rumah. Hatiku kegirangan. Bukan motor itu yang membuatku senang, melainkan pengendaranya, Ali.

''Bremmmmmbemm....grrgggg"

Aku terus mengamatinya hingga nenghilang di ujung jalan.
Tiba-tiba.. Napasku sesak. Tangan dan kakiku dingin. Dadaku sakit. Aku tak dapat menghirup udara dari hidungku.

Sesak.

Sakit.

Dingin.

Tanganku mencengkram erat dadaku. Aku tak sanggup melakukan apapun. Badanku gemetaran tak karuan. Sesaat terdengar olehku, Bunda memanggil dari balik pintu.
"Prilly!!" bunda mengetuk pintu kamarku berulang-ulang. "Prilly sayang belum tidur nak?" tanya bunda ully.

Aku ingin berteriak menjawab panggilan bunda namun, tidak ada suara yang keluar dari bibirku kecuali hembusan napas yang tersengal. "Bunda" aku memanggil dalam hati.

Kudengar suara langkah kakinya memasuki kamarku. "Prilly! Prilly!" teriaknya panik. Mungkin bunda kaget tidak mendapatiku di atas tempat tidur. Aku ingin menjawab panggilannya, tapi aku gak mampu.

Aku terduduk lemas di pinggir balkon. Sesaat kemudian, kurasakan ada yang membopongku masuk. Seperti biasanya, bunda meletakkan bantal di bawah kakiku, aku gak tau fungsinya untuk apa, yang jelas aku merasa nyaman dengan posisi itu. Aku menghirup inhaler yang slalu kusimpan di balik bantal, lalu meminum obat yang sudah disiapkan bunda. Bunda melumuri tubuhku dengan minyak kayu putih agar badanku hangat.

Aku sering merasa sakit seperti ini, sesak napas bukan lagi sesuatu yang baru untukku. Asma, penyakit genetik itu telah mengendap akut di dalam perutku.

Bagaimana cerita ini menurut kalian??
Jngan lupa votement nya yaa hehe :) oiy aku sengaja buat Prilly POV dulu nanti di next chapter mungkin baru ada Ali POV dan yg lainnya :)
Thanks yaa yg udah baca cerita ini :) lopelopee kecup jauh :* :D